Senin, 18 Maret 2019

Rasanya kemarin aku baru saja merasakan bahagia itu,ya bahagia dengan kamu dan dengan masa putih abu abu ku. Awal nya juga tidak menyangka kita berpisah dan mengambil keputusan masing-masing dengan cara seperti ini. Ahh.. sudahlahh.... kalau mengingat itu aku sungguh merasa ingin kembali lagi

Dulu... aku gak perlu kendaraan karena kamu selalu siap mengantar dan menjemputku




aku selalu menantikan suara motor itu, aku selalu bersemangat saat kau menghidupkan klakson motor matic spin mu yang memiliki ciri khas itu. kau tampak gagah setiap pagi sayang. aku merindukan wangi parfum mu yang ku hirup setiap berangkat kesekolah. ku peluk erat pinggang mu yang berisi itu sambil mengucap "selamat pagi" pertamaku untukmu. 

hari hari ku selalu di penuhi denganmu, kertas dan perangko. ya kalimat itu yang pas untuk kita.

Tak pernah terlintas di benakku bahwa kita sudah berpisah sejauh ini, aku tak kuat


3 tahun sudah aku tak mendengar kabar darimu. "Kamu dimana" "Kamu lagi apa" "Cuaca hari ini Bagus sayang,ayo kita jalan - jalan". Kalimat itu yang sering kita ucapkan setiap hari. Kita berdua bagaikan anak kecil yang tidak bisa berdiam diri dirumah saja, kita selalu melakukan hal-hal baru,melakukan hal hal yang gila bersama, menghabiskan waktu berdua setiap harinya denganmu itu yang aku inginkan. Itu Sangat menyenangkan.

Aku masih ingat,kapan terakhir kali aku memelukmu dan kau mencium keningku dengan lembut sembari mengucapkan perpisahan



27 juli 2015, saat itu aku masih duduk dibangku kelas 2 SMA dan kamu di kelas 1 SMA. Kelas kita yang bersebelahan membuat kita sering berjumpa setiap harinya, aku sering berbohong meminta izin ke toilet pada guruku hanya untuk melihat kamu duduk di kelas dan tersenyum padaku lalu kau pun ikut berbohong ke toilet akhirnya kita bertemu di tangga pojok kelas, Manis sekali........

Kalian tahu apa yang kami perbincangkan? suatu hal yang tidak penting menurut kalian tetapi sangat penting buat kami.Ya, dia menanyakan apakah aku sudah sikat gigi tadi pagi,apakah aku mandi menggunakan air atau tanah tadi pagi,dan pertanyaan konyol lainnya yang masih melekat kuat di ingatanku dan aku rindu mendengarnya kembali.

Ya, Takdir berkata lain. Dia bukan milikku seperti apa yang sudah aku bayangkan sebelumnya. Tinggal serumah,memasakan makanan kesukaannya dan hidup menua bersama



Sungguh aku belum bisa menerima semua ini, mengapa kita berdua hanya dipertemukan bukan untuk di persatukan? aku sempat berfikir bahwa takdir tidak adil karna tidak mempersatukan aku dengan dia. Aku yang sangat mencintai nya dan dia yang begitu juga mencintaiku harus berpisah karena perbedaan. Ya, aku dan dia berbeda agama. Aku wanita muslim sedangkan dia pria non muslim. 

Benar adanya,LDR terberat itu adalah beda nya tempat beribadah. Aku yang beribadah setiap 5 waktu dalam sehari dan dia yang beribadah sekali setiap minggu. Perbedaan itu yang buat kami semakin saling menguatkan. Banyak pro dan kontra yang kerap kami terima selama menjalani hubungan,dan kami kalah oleh takdir.

Aku dan dia sudah berpisah 3 tahun lamanya tetapi aku masih saja merindukan dia, lelaki tampan ku yang selalu mengerti kekuranganku dan apa mauku.

semoga kamu berbahagia dengan wanita mu yang sekarang
begitu pula aku yang sekarang sudah memiliki seorang kekasih
terimakasih untuk hari harinya dulu
aku masih mengharapkan kau kembali padaku


untukmu,lelaki yang masih aku harapkan kembali......